Terlebih, saat Van Persie langsung tampil gemilang di musim perdananya dengan torehan total 30 gol dari 48 pertandingan plus sukses membawa United menjadi juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu makin terasa ironis karena penampilan menurun Van Persie justru terjadi saat United ditangani oleh pelatih Belanda, Louis van Gaal.
"Saya menduga United ingin mengetahui harga pasar untuk van Persie. Kontrak van Persie berakhir tahun depan jadi ini adalah momen terbaik bagi United untuk melepas dirinya," ucap mantan pemain timnas Belanda, Pierre van Hooijdonk, seperti dikutip dari Daily Mirror.
Sebelumnya, di tengah situasi pelik ini, Van Persie menegaskan bahwa ia masih ingin berada di United dan yakin bisa meraih posisi di tim inti. Mantan penyerang Feyenoord ini juga memberikan pembelaan bahwa jumlah golnya musim lalu masih terbilang bagus.
"Van Persie saat ini tengah berada dalam situasi yang sulit. Ia berkata pada dunia bahwa ia bahagia berada di United, namun ia juga memiliki perasaan dalam hatinya bahwa United ingin menyingkirkannya," tutur Van Hooijdonk.
Pikirkan Piala Eropa 2016
Menurut Van Hooijdonk, hijrah dari United adalah langkah terbaik bagi van Persie maupun United. 'Setan Merah' bisa mendapatkan pemasukan sementara Van Persie bisa mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
"Van Persie masih berpeluang menjadi bagian dari tim Belanda di Piala Eropa 2016, syaratnya, ia harus bermain sebanyak mungkin 10 bulan jelang turnamen berlangsung," kata Van Hooijdonk.
Mengenai pelabuhan berikutnya bagi Van Persie, Hooijdonk menilai bahwa hal itu juga harus dipikirkan secara matang oleh Van Persie
"Untuk Liga Turki, uang tidak akan jadi masalah, begitupun kehidupan sehari-hari."
"Kendala yang ada di sana adalah Liga Turki bukanlah liga besar di Eropa," tutur Van Hooijdonk. (ptr/ptr)