Winger berusia 27 tahun itu menjadi pencetak dua gol yang membawa Argentina ke final Copa America 2015 setelah mengalahkan Paraguay di partai semifinal dengan skor 6-1.
Keberhasilan menembus final Copa America 2015 itu menambah motivasi berlipat dari para anggota skuat timnas Argentina, tak terkecuali Di Maria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laga semifinal lalu selain mencetak dua gol, Di Maria pun memberikan dua assists. Namun, bermain melawan Chile, Di Maria harus mewaspadai permaianan keras dan provokasi. Juara Copa America 2011, Uruguay, sudah menjadi korban provokasi pemain Chile.
Hal itu pun sudah disadari Di Maria.
"Kami harus bekerja keras karena itu dibutuhkan untuk mencapai tujuan kami. Berada di final itu tidak seperti berjalan di taman dan kami harus membuat sejarah," kata Di Maria.
Tim Tango telah 14 kali memenangkan trofi Copa America. Terakhir kali trofi itu diangkat pada 1993 silam saat masih diperkuat Gabriel Batistuta dan Diego Simeone.
Atas dasar itu, Di Maria berharap partai final yang akan berlangsung di Stadion Nacional, Santiago, Minggu (5/7) dini hari WIB itu berjalan sesuai mimpi mereka yakni berakhir sebagai juara.
"Sekarang kami ingin menjadi legenda. Semoga saja kami dapat mewujudkannya," kata pria yang pada bursa transfer musim panas saat ini dirumorkan menjadi paket untuk ditukar Manchester United dengan penyerang Paris Saint-Germain asal Uruguay, Edinson Cavani. (kid/kid)