"Sampai segala sesuatunya menjadi jelas dan terang, maka saya tidak akan mengambil resiko untuk berpergian ke luar negeri."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blatter kemudian memberikan alasan atas tindakannya yang sempat memutuskan untuk mundur dari kursi Presiden FIFA beberapa saat setelah terpilih.
"Saat ini fokus saya bukanlah untuk kembali maju menjadi kandidat. Saya di sini untuk bertarung, bukan untuk diri saya, namun untuk FIFA," kata pria kelahiran 10 Maret ini.
Blatter sendiri yakin bahwa apa yang menimpa FIFA saat ini berasal dari sebuah rasa kebencian.
"Kritik yang ada untuk FIFA tidak pernah menyakiti saya. Hal yang menyakiti saya adalah kebencian yang datang pada diri ini. Saya pikir, rasa iri yang ada berkembang menjadi sebuah kebencian," ucap Blatter.
"Saya khawatir ada orang-orang dengan niat menghancurkan FIFA. Semua orang memiliki rasa takut, seperti misalnya takut akan kematian."
"Namun bagi saya, saya sama sekali tidak memiliki rasa takut terhadap apa yang telah saya lakukan di FIFA. Saya sama sekali tidak takut," ujar Blatter. (ptr/ptr)