Catatan satu gol sepanjang turnamen, jumlah yang sangat timpang dibandingkan dengan di Barcelona, jadi salah satu celah yang membuat serangan kritik itu datang pada Messi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah grup yang terdiri dari 23 pemain, bukan hanya Messi. Messi pemain terbaik di dunia namun tidak diperlakukan sebagaimana ia layak diperlakukan," ujar Almeyda kepada Fox Sports.
"Sangat sulit bagi Messi untuk bermain dengan gayanya seperti di Barcelona. Messi selalu menjadi yang terbaik di tim Argentina namun tidak akan bisa menjadi Messi seperti saat di Barcelona."
"Di Barcelona, tujuan utama rekan-rekannya adalah mengembalikan bola pada dirinya. Sedangkan di Argentina, yang terjadi adalah kebalikan dari itu," kata Almeyda berpendapat.
Ortega Lindungi Messi
Kritikan lain yang mengarah pada Messi adalah pemain bernomor punggung 10 itu dianggap kurang bergairah saat bermain dengan kostum Argentina.
Mendengar kritikan itu, Ortega pun langsung balas menyerang para pengkritik Messi itu dengan jawaban tegas.
"Bagaimana mungkin saya memberi label 'tak bergairah' pada anak yang rela menusukkan jarum ke tubuhnya untuk mengobati penyakitnya saat usia 11 tahun?"
"Bagaimana mungkin saya memberi label 'tak bergairah' pada anak 11 tahun yang pergi ke Eropa demi menjaga mimpi dan masa depan dirinya dan keluarganya?"
"Bagaimana mungkin saya memberi label 'tak bergairah' pada anak yang mengatakan tidak pada negara yang telah memberikan segalanya (Spanyol) dan memilih untuk bergabung dengan negara yang tidak memberinya apa-apa (Argentina)?" ucap Ortega.
Saat kecil, Messi memang mengalami masalah hormon pertumbuhan. Di Argentina, tidak ada yang sanggup membiayai pengobatan Messi dan akhirnya Barcelona lah yang merekrut Messi dan menyatakan siap menanggung semua biaya pengobatannya.
Meski sudah ada di Spanyol sejak usia 11 tahun, Messi tidak pernah kehilangan hasrat untuk membela tanah kelahirannya, Argentina dan itu dibuktikannya dengan menolak panggilan tim nasional junior Spanyol. (ptr/ptr)