Kala itu Becker berhadapan dengan petenis Amerika Serikat berdarah Afrika Selatan, Kevin Curren, yang menjadi unggulan ke delapan. Hanya dalam waktu tiga jam 18 menit ia mampu mengatasi perlawanan Curren.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Wimbledon, Becker telah menunjukkan bakatnya di Jerman dengan bermain secara kompetitif di usia delapan tahun. Setelah memenangi Kejuaraan Junior Jerman Barat, Becker menjadi petenis profesional dan mulai mendominasi dunia tenis Jerman dengan servis keras yang membuatnya dijuluki "Boom Boom."
Becker memutuskan gantung raket pada 1999 setelah mengikuti Wimbledon untuk yang terakhir kalinya dan tersingkir di babak keempat.
Becker sempat menjadi pengamat tenis di televisi sebelum akhirnya memutuskan untuk melatih Djokovic.
Pengalaman Becker menjadi pemenang termuda Wimbledon juga akan dibuat menjadi film yang diproduksi perusahaan Jerman, Pantaleon Entertainment.
"Dalam hidup, selalu ada waktu yang tepat untuk semua hal," kata Becker. "Sekarang, perayaan 30 tahun kemenangan besar pertama saya menjadi waktu yang tepat untuk menjual cerita saya ke dalam bentuk film."
Sementara itu CEO Pantaleon, Dan Maag, mengatakan bahwa kemenangan Becker kala itu sebagai hal yang mengagumkan.
"Boris Becker menulis lembaran sejarah olahraga dengan kemenangan luar biasa," kata Maag. "Ini kisah tentang keberanian, determinasi, dan juga keinginan tak terbendung untuk mengalahkan kesukaran."
(vws)