Tikus-tikus itu disebut pahlawan karena binatang pengerat itu digunakan untuk mendeteksi ranjau darat dan dapat menyelamatkan banyak nyawa manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Tikus digunakan untuk mendeteksi ranjau darat karena berat mereka kurang lebih satu kilogram sehingga tidak akan membuat meledak ranjau darat, memiliki penciuman yang tajam, dan tidak memiliki ikatan dengan satu orang pelatih tertentu.
Spesies tikus African Giant Pouched dipakai karena kecerdasan, ketenangan, dan kemampuannya. Umur mereka dapat mencapai 8 tahun.
APOPO pertama kali memulai penelitian tahun 1998 dan sekarang telah sukses digunakan dalam lebih dari 60 negara.
Selain Lukaku, rekannya di timnas Belgia, Vincent Kompany pun juga digunakan namanya untuk tikus pendeteksi ranjau tersebut.
Seekot tikus diklaim APOPO dapat mencari ranjau di area yang 14 kali lebih luas dibandingkan kemampuan manusia pembersih ranjau. Saat ini diperkirakan ada 72 negara yang memiliki risiko ancaman ladang ranjau yang belum bersih.
"Sebagian besar 'Tikus Pahlawan' (HeroRATs) kami dinamai oleh para staf kami di pusat pembiakan dan pelatihan di Morogoro, Tanzania. Mereka (para staf) adalah penggemar berat sepak bola," ujar juru bicara APOPO seperti dikutip Mirror. (kid/kid)