Casillas hanya membacakan pernyataan tertulis di kertas yang digenggamnya. Kiper yang memberikan 18 gelar untuk Madrid itu tidak mau menerima pertanyaan dari wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skuat Madrid memang sedang dalam perjalanan ke Australia untuk melakoni pertandingan tur pramusim. Namun, Casillas setidaknya pantas mendapatkan pendamping dari pihak Madrid saat menggelar konferensi pers.
Carmen menuding presiden Madrid, Florentino Perez, sudah tidak ingin melihat Casillas di Santiago Bernabeu. Itu sebabnya pihak El Real berusaha mendapatkan David de Gea dari Manchester United.
Madrid terkesan telah melupakan jasa Casillas dalam 16 musim terakhir dalam sekejap. Dengan kondisi skuat Madrid sedang melakukan tur di Australia dan Asia, sulit bagi Casillas untuk mendapatkan upacara perpisahan yang layak.
Padahal, pihak Madrid sebelumnya dikabarkan akan menggelar acara perpisahan Casillas di Santiago Bernabeu pada Jumat (10/7) lalu. Namun, rencana itu batal terlaksana karena belum ada kesepakatan transfer antara Porto dan Madrid.
Tindakan Madrid yang melepas Casillas seorang diri mendapat kritikan dari sejumlah media ternama di Eropa. La Gazzetta dari Italia menganggapnya sebagai, "Perpisahan yang menyakitkan."
Suratkabar ternama Perancis, L' Equipe, menulis, "Apakah Casillas dipaksa keluar dari Madrid?"
Sementara The Guardian menyatakan, "Casillas yang sedih, mengonfirmasi kepergiannya ke Porto. Mengenakan kemeja biru dan duduk sendirian di ruang media Santiago Bernabeu, kiper 34 tahun itu beberapa kali sesenggukan sambil mengucapkan terima kasih kepada Real Madrid."
Madrid sendiri langsung unfollow Twitter Casillas sekitar satu jam setelah konferensi pers berlangsung. (har/har)