Indonesia berharap bisa kembali meraih titel juara dunia setelah pada gelaran tahun lalu tim bulutangkis Merah-Putih harus gigit jari.
Namun melihat performa pemain-pemain Indonesia di turnamen Indonesia Super Series Premier bulan Juni lalu, pastinya juga muncul kekhawatiran bahwa nasib pemain Indonesia akan berakhir sama, yaitu tanpa gelar juara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait status tuan rumah, semua pemain sudah sadar akan hal itu dan tentunya hal ini tak akan bisa dihindari."
Para pebulutangkis Indonesia sendiri sudah belajar banyak dari kegagalan di Indonesia Terbuka bulan Juni lalu.
Dua bulan waktu yang ada dimanfaatkan oleh Hendra Setiawan dan kawan-kawan untuk fokus pada latihan.
"Persiapan sejauh ini berjalan baik dan minggu ini para pemain mengikuti turnamen Cina Taipei Grand Prix Gold sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia," kata Rexy.
Untuk Kejuaraan Dunia tahun ini, andalan Indonesia untuk meraih gelar juara masih berputar pada nama-nama seperti Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
"Saya berharap Indonesia bisa meraih 1 atau 2 gelar juara di Kejuaraan Dunia nanti."
"Selain pemain-pemain yang biasa diandalkan, saya juga berharap pemain lainnya seperti Praveen Jordan/Debby Susanto dan Riky Widianto/Richi Puspita Dili bisa lolos ke babak semifinal," tutur Rexy.
Terakhir kali Indonesia berhasil memenangi titel kejuaraan dunia adalah pada edisi 2013 saat Ahsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana menjadi juara.
Setahun selanjutnya, Ahsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana tak ikut serta pada Kejuaraan Dunia 2014 karena Ahsan dan Tontowi cedera, sehingga hal itu berpengaruh besar terhadap hasil akhir berupa nihil gelar yang dialami Indonesia. (ptr/ptr)