FIFA mengatakan, rancangan kerja gugus tugas adalah untuk mempresentasikan "proposal reformasi yang konkret dan komprehensif" pada rapat Komite Eksekutif FIFA di akhir September nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggung jawab dan misi saya adalah untuk memastikan, ketika saya tiba pada akhir karier saya pada akhir Februari, kami bisa berkata bahwa kami telah mulai membangun reputasi FIFA," kata presiden Sepp Blatter.
Gugus tugas itu akan "diketuai oleh seorang yang netral yang akan ditunjuk setelah adanya proses konsulitasi dengan presiden konfederasi."
Selain mengumumkan soal pembentukan gugus tugas, FIFA juga mengumumkan bahwa pemilihan presiden baru FIFA akan berlangsung pada 26 Februari 2016.
Blatter telah menyatakan dirinya tak akan mencalonkan kembali menjadi presiden FIFA. Di sisi lain, banyak yang menilai pria berusia 79 tahun itu hanya basa-basi.
Pasalnya setelah terpilih kembali untuk keempat kalinya sebagai presiden FIFA pada 2011 silam Blatter pun menyatakan hal serupa. Namun, dalam pilpres FIFA pada Mei lalu Blatter nyatanya kembali mencalonkan diri dan bersaing dengan Pangeran Ali dari Yordania.
Sementara itu secara terpisah, Presiden UEFA Michel Platini disebut akan mencalonkan diri menjadi Presiden FIFA. Ia disebut telah mendapatkan dukungan dari empat konfederasi sepak bola dunia--termasuk UEFA. (vws)