Kekasaran Fellaini pada laga yang berakhir dengan skor 0-0 di bulan Mei itu membuat Louis van Gaal marah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia [Van Gaal] marah kepada saya, namun keesokan harinya saya pergi menemuinya dan meminta maaf," kata Fellaini. "Itu ide saya untuk mengatakan maaf untuk tekel dan perbuatan saya. Tentu saja ia menghargai tindakan ini."
Van Gaal sempat mengatakan perbuatan Fellaini sebagai tindakan bodoh dan sang pemain tidak mendebat ucapan pelatihnya. "Ketika saya menerima kartu merah, saya pergi ke ruang ganti dan seketika saya tahu bahwa saya telah berbuat bodoh dan pengusiran itu bodoh."
Musim lalu, Fellaini harus berjuang dengan keras untuk membuktikan bahwa ManUnited tidak mengambil keputusan yang salah membelinya di era David Moyes.
Di paruh musim kedua, Fellaini menjadi bagian penting dalam skema van Gaal, terutama ketika mereka menemui kebuntuan dalam menyerang. Fellaini yang handal dalam memenangi duel udara menjadi pemain andalan dalam taktik bola-bola panjang van Gaal.
Tapi, memasuki sesi pramusim, Fellaini kembali ditinggalkan di bangku cadangan. Dalam kemenangan 1-0 ManUnited atas melawan Club America, Fellaini tak dimainkan sama sekali meski van Gaal menggunakan susunan tim yang berbeda di babak pertama dan kedua. Demikian pula di laga kedua melawan San Jose.
"Anda tahu, itulah sepak bola?" kata Fellaini. "Kami memiliki beberapa pemain hebat, sehingga saya harus berjuang untuk tempat saya. Seperti itu."
Pemain tim nasional Belgia itu masih memandang musim depan dengan optimistis. Ia juga tak khawatir kondisi kebugarannya akan terpengaruh karena tidak bisa bermain di beberapa laga pertama.
"Saya baik-baik saja karena saya berlatih setiap hari. Selama dua pekan saya telah berlatih dan perlahan saya akan mencapainya. Sangat penting saya tidak memiliki cedera dan saya cukup bugar ketika memulai musim baru." (vws)