"Kami memandang perusahaan kami, citra kami, dan klien kami dengan tingkat kepentingan tinggi dan kami coba menerapkan standar paling tinggi pada diri kami sendiri," kata Charlie Scharf, CEO Visa pada pertemuan paruh tahun mereka. "Kami ingin bermitra dengan pihak-pihak yang berpikir dan bertindak seperti kami."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FIFA sedang berada tekanan dari sponsor setelah mereka terkait skandal terbesar dalam dunia sepak bola. Jelang Kongres FIFA pada akhir Mei lalu, jaksa penuntut Amerika Serikat mengeluarkan surat tuntutan terhadap sembilan petinggi FIFA dan juga lima petinggi perusahaan pemasaran olahraga.
Pekan lalu, dua sponsor FIFA, Coca-Cola dan McDonald Corp, meningkatkan tekanannya pada FIFA dan menekankan bahwa mereka menginginkan perubahan. Juru bicara perusahaan minuman ringan tersebut berkata bahwa mereka telah menyurati FIFA dan meminta agar FIFA mendukung ide adanya komisi independen untuk reformasi.
Visa menekankan kembali permintaan tersebut: "Pertama, komisi yang independen, pihak ketiga, yang dipimpin oleh satu atau lebih pemimpin yang tidak memihak, sangat penting dalam memformulasikan reformasi," kata Scharf. "Kedua, kami percaya bahwa kepemimpinan FIFA saat ini tidak mampu melaksanakan reformasi yang berarti." (vws)