Dalam tiga puluh hari ke depan, Bolt akan kembali ke dua kota tempat ia melakukan pencapaian terbaiknya -- London dan Beijing -- dan ia berkata bahwa ia akan memastikan dirinya tetap menjadi nomor satu di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi hal ini harus dilakukan selangkah demi selangkah."
Persaingannya dengan Gatlin dan Tyson Gay sering kali digambarkan sebagai pertarungan antara si jahat versus si baik. Bolt tak berniat untuk mengalah kepada keduanya.
"Saya tak berniat kalah, sehingga saya tak bisa menjawabnya," kata Bolt ketika ditanyai apakah kemenangan Gatlin akan buruk bagi dunia olahraga.
Upaya Bolt dalam membuktikan kata-katanya tidak akan mudah. Gatlin tampil konsisten dan super cepat dan musim ini telah tiga kali mencatatkan waktu di bawah 9,75 detik. Setelah mendapatkan emas di Olimpiade London, Bolt belum pernah mencapai raihan waktu itu lagi.
Gatlin pun sempat menyatakan bahwa ia membidik waktu di bawah 9,7 detik atau bahkan coba memecahkan rekor dunia Bolt 9,58 detik.
"Hanya membutuhkan satu kali lari untuk mencapai waktu 9,7 detik sehingga saya tidak mengkhawatirkan hal tersebut," kata Bolt. "Ini tentang melakukan semuanya [teknik lari] dengan benar."
"Terkadang saya membutuhkan momen-momen besar untuk fokus dan menyiapkan diri, jadi saya hanya coba fokus untuk membuat semuanya berjalan dengan benar. Saya yakin ketika waktunya kejuaraan dunia saya akan siap."
(vws)