Raturan Romanisti Jogja ini tiba di Jakarta pukul 03.00 WIB. Mereka mengakui ingin menyaksikan langsung aksi pemain-pemain unggulan AS Roma, seperti Francesco Totti dan Radja Nainggolan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal tiket seharga 180 ribu rupiah lantaran terdaftar sebagai anggota Romanisti regional, ketiga pria asal Yogyakarta tersebut mengaku mendukung Roma sejak era 1990-an.
"Kami suka karena cinta," tambah Stro.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, sejumlah Romanisti sudah berjaga di GBK sejak pagi hari, seperti Firdhia Octri. Perempuan berusia 24 tahun asal Pontianak ini rela terbang jauh hanya untuk sejenak melihat Totti.
Meski ada masalah visa dan lima pemain Roma harus meninggalkan Indonesia, Firdhia tetap merasa panitia menyelenggarakan acara tersebut dengan bagus. "Saya suka Roma dari tahun 2000. Jadi ini yang ditunggu-tunggu," katanya.
Sorak-sorai penonton meramaikan sebagian tempat di GBK. "....Roma Roma Roma, Core de 'sta Citta, Unico grande amore, De tanta e tanta gente, M'hai fatto 'nammora," ucap para Romanisti menyanyikan AS Roma Anthem untuk mengiringi dan memberi semangat para pemain mereka berlatih.
Refund Tiket Coaching Clinic
Meskipun dapat menyaksikan sesi latihan AS Roma selama kurang lebih 45 menit, para Romanisti harus sedikit kecewa dengan dibatalkannya agenda Coaching Clinic dan Meet & Greet. Kebugaran pemain, menjadi alasan pembatalan tersebut.
"Kalau dibilang kecewa sih kecewa. Sudah bayar lima juta rupiah untuk Meet & Greet. Yah, paling nanti minta refund," ujar Fachri Nainggolan (27) Romanisti asal Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Nine Sport sebagai penyelenggara hingga kini belum dapat dihubungi terkait kemungkinan pengembalian tiket coaching clinic tersebut. (vri/vri)