Siang ini, Hasani mengaku menanti kepastian tiga klub dari Papua, yakni Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persiram Raja Ampat. Ada pula dua klub lainnya dari Kalimantan, Barito Putera dan Persiba Balikpapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menarik minat peserta dari ISL, pihak Mahaka menjanjikan uang hadiah yang cukup besar, yakni total mencapai Rp7 miliar. Sementara untuk match fee, Hasani masih enggan mengatakannya.
Dukungan BOPI
Untuk menyelenggarakan turnamen ini, Hasani mengklaim telah mengantongi restu dari Badan Olahraga Profesional Indonesia. Alhasil, Hasani memastikan takkan mengalami kesulitan untuk mendapat izin penyelenggaraan pertandingan.
"Kami sudah mendapat dukungan dari BOPI. Artinya, sejauh ini kami sudah mendapatkan restu," ujar Hasani. "Nanti kami akan kembali presentasi ke BOPI setelah peserta kompetisi lengkap. Setelah itu, mereka baru akan mengeluarkan rekomendasi."
Sejauh ini, Mahaka telah menetapkan empat kota sebagai tuan rumah PIS: Makassar, Bandung, Bali, dan Malang.
Tak hanya itu, Hasani juga menampik anggapan PIS sebagai turnamen pemanasan jelang bergulirnya ISL, yang rencananya akan digelar PSSI pada Oktober mendatang.
"Kami ini sifatnya independen," ujar Hasani menekankan.
Sifat independen, menurut Hasani menegaskan posisi mereka yang netral.
"Jadi kami tidak berpihak ke salah satu kubu yang saat ini sedang ribut-ribut (PSSI dan Kemenpora)." (vri/vri)