Dalam pertandingan-pertandingan pramusim, sebuah hal yang wajar bila seorang pemain tak turun dalam menit bermain yang banyak karena pelatih butuh untuk mengamati beberapa aplikasi strategi yang sudah ia rencanakan di lapangan.
Namun Morata tidak memiliki sudut pandang seperti itu. Mantan striker Real Madrid ini menunjukkan rasa kesalnya saat ditarik keluar, digantikan Alberto Carri, dalam laga lawan Lechia Gdansk pada Rabu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak senang dengan tingkah lakunya. Saya marah pada Morata saat itu namun kemudian ia kembali berlatih setelah insiden itu," tutur Allegri.
"Hari itu bukanlah hari yang baik baginya. Semua tidak berjalan seperti yang saya harapkan pada dirinya dan itulah yang membuat saya memutuskan untuk menariknya keluar," ujar mantan pelatih AC Milan ini.
Allegri sendiri saat ini tengah berupaya keras memanfaatkan waktu yang ada di pramusim untuk membuat 'Bianconeri' siap saat roda kompetisi mulai bergulir.
Pasalnya setelah mengakhiri musim lalu sebagai salah satu tim terbaik di Benua Biru, Juventus kehilangan sejumlah sosok kunci dalam permainan mereka seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez.
Dari sudut pandang Morata, striker Spanyol itu saat ini pastinya ingin coba menarik perhatian Allegri agar bisa jadi ujung tombak utama Juventus musim depan.
Musim lalu Morata mencetak total 15 gol dalam 45 laga di seluruh kompetisi. Meski Tevez pergi, persaingan di lini depan Juventus tidak akan berlangsung mudah karena mereka sudah mendapatkan Mario Mandzukic dari Atletico Madrid.
Juventus sendiri akan kembali melanjutkan persiapan pramusim mereka dengan menggelar laga persahabatan lawan Marseille pada Sabtu nanti. (kid/kid)