Petarung berusia 28 tahun itu berkata ia mendapatkan motivasi ekstra setelah Correia mengejek ayahnya yang tewas karena bunuh diri -- meski selanjutnya Corrieia berkata ia tak tahu tentang peristiwa tragis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Mei lalu, Corriea pernah mengejek Rousey. "Ia terbukti lemah di bawah tekanan. Ketika ibunya memberikan tekanan, maka ia akan lari dari rumah. Ketika ia menyerah, hal tersebut karena obat-obat terlarang. Itu bukan pahlawan. Ia tidak memiliki mental yang sehat. Ia perlu mengurus dirinya sendiri," kata Corriea.
[Gambas:Twitter]
Rousey merespons ucapan Correia itu melalui akun Twitter dan Corriea langsung meminta maaf. Corriea juga menuturkan bahwa ia tidak sadar ayah Rousey tewas karena bunuh diri.
Pernyataan Corriea dibantah presiden UFC, Dana White, yang menyatakan bahwa petarung asal Brasil itu tahu fakta yang sebenarnya.
"Ada orang-orang yang sangat pintar dalam mempengaruhi pikiran orang lain. Conor McGregor adalah salah satu yang terbaik, dan Bethe juga melakukannya."
"Tapi Ronda adalah lawan yang sangat sukar dikalahkan dengan cara itu. Ronda adalah salah satu manusia dengan ketahanan mental paling kuat yang pernah saya jumpai dalam hidup saya."
Rousey datang ke Brasil sebagai favorit dan juga bintang terbesar UFC. Ia lalu mengalahkan Corriea dengan pukulan beruntun ke arah kepala. Hasil ini membuat rekor tak terkalahkan Rousey diperpanjang menjadi 12 kali.
Dalam 11 laga, Rousey selalu menang di ronde pertama dan baru satu lawan yang mampu memaksanya berlaga hingga ronde ketiga. (vws)