Rekor Dunia 50 Meter Gaya Dada Pecah

Vetriciawizach | CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2015 20:19 WIB
Untuk pertama kalinya pada Kejuaraan Dunia Renang 2015, rekor dunia renang putra dipecahkan. Semua berkat Cameron van der Burgh.
Cameron van der Burgh memecahkan rekor renang dunia. (REUTERS/Hannibal Hanschke)
Kazan, CNN Indonesia -- Perenang Afrika Selatan, Cameron van der Burgh, menjadi perenang putra pertama yang memecahkan rekor dunia di Kejuaraan Dunia Renang 2015. Van der Burgh memperbaiki rekornya sendiri di nomor 50 meter gaya dada ketika tampil di semifinal.

Perenang berusia 26 tahun itu mencatatkan waktu 2,62 detik ketika menyentuh tepian kolam. Ia bergabung dengan Sarah Sjostrum, Katie Ledecky, dan Katinka Hosszu sebagai pemecah rekor dunia di dua hari pertama kejuaraan yang diselenggarakan di Rusia.

Meski demikian, catatan ini sebenarnya menyamai rekor yang diraih perenang Inggris Adam Peaty di Kejuaraan Eropa. Namun, otoritas renang dunia, FINA, belum mengesahkan rekor ini karena adanya kesalahan administrasi ketika menguji sang perenang untuk mengetahui apakah ia menggunakan doping darah EPO (erythropoietin).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kejuaraan Dunia, Peaty lolos ke putaran final setelah menjadi perenang tercepat kedua dengan catatan waktu 26,68 detik. Namun Peaty sukses mengalahkan Van der Burgh di final 100 meter gaya dada di satu malam sebelumnya.

"Saya sangat bahagia setelah mengalami kekecewaan di sentuhan akhir [di final 100 meter]," kata Van der Burgh kepada wartawan.

"Kami semua sangat dekat. Ini tidak akan menjadi lomba antara kami berdua saja dan partai final akan sangat hebat. Rekor ini tidak akan bertahan, entah dipecahkan oleh saya, Adam, atau Damir (Dugonjic).

Di 200 meter gaya bebas putri, Ledecky mendapatkan posisi pertama dalam sesi kualifikasi. Remaja berusia 18 tahun itu menjadi favorit untuk merebut medali di nomor tersebut sekaligus juga 1500 meter gaya bebas.

Pada Minggu, Ledecky mendapatkan emas di 400 meter gaya bebas. "Saya tidur dengan baik malam tadi, tapi 200 meter adalah pertarungan yang berbeda....bagi saya seperti sprint," kata Ledecky.

(vws) Add as a preferred
source on Google