Menurut Imam, turnamen akan diikuti oleh 24 klub Divisi Utama dan akan diselenggarakan dari 15 Agustus hingga 7 September di Solo, Medan, Serang, Madiun, Bantul, dan Cilegon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam kemudian menyampaikan bahwa presiden meminta agar jumlah hadiah bagi pemenang Piala Kemerdekaan ditambah.
"Dananya dari sponsor dan presiden memerintahkan harus transparan, dan oleh operator yang transparan."
Meski demikian, Imam belum menyatakan nama operator yang akan menyelenggarkan turnamen tersebut.
Sementara itu, salah satu wasit yang menghadiri pertemuan dengan presiden, Solikin, menyatakan bahwa ada jaminan keamanan untuk para pengadil di atas lapangan.
"Mungkin selama ini keamanan kami terancam, ketika klub kalah maka wasit yang menjadi sasaran. Untuk ke depan, kami sudah dijamin oleh pemerintah bahkan presiden sendiri. Tidak ada lagi yang seperti itu."
Hal senada juga disampaikan Imam yang menyatakan bahwa para wasit menyampaikan komitmen di hadapan presiden, bahwa juara tidak boleh diketahui dari awal.
"Komitmennya bahwa mereka tidak boleh lagi terpengaruh oleh siapa pun," kata Imam.
Sebelum menemui Menpora dan klub peserta Piala Kemerdekaan, Jokowi sempat berdiskusi dengan Erik Thohir sebagai penyelenggara Piala Indonesia satu yang akan diikuti klub-klub Liga Super Indonesia. (Baca Selengkapnya: Jokowi dan Erick Thohir Berdiskusi Soal Sepak Bola Nasional)
(vws)