Namun, kisah mereka di turnamen ini justru berakhir singkat setelah mereka kalah telak, 3-21, 4-21 dari Chang Kai Hsin/Wu Fang Chien.
Perjalanan mereka menuju Indonesia jelas berkali-kali lipat lebih lama dibandingkan durasi pertandingan yang mereka mainkan pada babak pertama Kejuaraan Dunia ini. Keduanya hanya mampu beranding selama 17 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan mengenai hal itu, duet Bernatene/Garmendia pun sangat menyadarinya. Mereka berdua adalah satu-satunya wakil Argentina di Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini.
"Memang bulutangkis adalah olahraga nomor sekian di Argentina. Ada hoki, sepakbola, tenis, dan lainnya yang lebih populer."
"Turnamen lokal di Argentina rutin berjalan namun jumlah pemain bulutangkis di Argentina mungkin hanya ada di kisaran ratusan," kata Bernatene berterus terang,
Walaupun tidak populer di Argentina, Bernatene dan Daiana tetap bersemangat dan antusias untuk terus berkiprah di dunia bulutangkis. Saat ini Bernatene dan Daiana masihlah berstatus mahasiswa dan pelajar.
"Saya mulai bermain bulutangkis sejak kecil. Awalnya hanya bermain-main, namun lama-kelamaan saya menjadi sangat menyenangi olahraga ini," ucap Garmendia.
"Saat ini ruang gerak kami masih terbatas untuk mengikuti turnamen-turnamen di benua Amerika saja. Kami belum mengikuti turnamen-turnamen di Eropa dan Asia," katanya melanjutkan. (kid/kid)