Setelah kekalahan itu, Marin dengan cepat bisa mengembalikan fokus dan pola permainannya di game kedua. Marin sama sekali tak tersentuh di dua game berikutnya dan memenangkan pertandingan dengan cukup meyakinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi Marin dalam Kejuaraan Dunia kali ini jelas berbeda dengan tahun lalu. Setahun lalu, Marin hanyalah seorang pemain muda potensial yang belum diperhitungkan masuk dalam posisi favorit juara. Tahun ini, Marin berstatus juara bertahan yang membuat dirinya jadi fokus utama di antara kontestan tunggal putri.
Lolos ke babak ketiga, Marin akan menghadapi pebulutangkis Taiwan, Pai Yu Po. Walaupun bisa melewati adangan Yu Po, tantangan berat bakal berderet seperti Wang Shixian, P.V Sindhu, Li Xuerui, ataupun Sung Ji Hyun. Ia pun mengaku masih enggan berspekulasi akan bertanding melawan Li Xuerui dan lainnya.
Tahun lalu, Marin mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Ia menundukan Li Xuerui di babak final dengan skor 17-21, 21-17, 21-18. (ptr/vri)