Dua gol yang diciptakan Mahrez pada menit ke-17 dan menit ke-24 tersebut juga menjadi lebih istimewa karena ia melakoni pertandingan debut di Liga Inggris yang dikatakan sebagai liga terbaik dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim sebelumnya, Mahrez masih bermasih bermain di Divisi Championship bersama Leicester dan kemudian membantu tim tersebut untuk promosi ke Liga Primer Inggris. Ia mencetak sembilan gol pada musim lalu. Sebelum bergabung dengan Leicester pun Mahrez hanya bermain di Divisi II Liga Perancis bersama Le Havre II dan Le Havre.
Tak ayal, ia dinobatkan Whoscored sebagai pemain terbaik pekan ini. Demikian pula dengan Daily Mail yang memasukkannya ke dalam tim terbaik pada minggu pertama Liga Inggris.
Tiga poin yang ia dan rekan-rekannya dapatkan juga membantu Claudio Ranieri mendapatkan kemenangan pertama di Liga Inggris sejak 2004, atau ketika Ranieri mengalahkan Leeds United sebagai manajer Chelsea.
Nyaris Hattrick
Mahrez bisa saja mendapatkan hattrick seandainya tendangannya pada menit ke-55 tidak membentur tiang gawang.
Meski demikian, Mahrez berkata ia tidak menyesal tidak mendapatkan trigol pada laga tersebut.
"Ketika Anda mencetak dua gol di 25 menit pertama, Anda mulai berpikir di otak Anda bahwa 'mungkin sebuah hattrick'," kata penyerang berusia 24 tahun itu seusai pertandingan.
"Saya tak egois. Saya memikirkan tim saya dan jika hattrick itu datang, maka akan datang. Memang tidak terjadi, tapi saya sangat bahagia."
Mahrez masih memiliki jalan panjang jika ingin menjadi pemain papan atas. Bagaimana pun juga, kisah tentang penyerang yang meledak hanya setengah musim dan kemudian meredup nyaris terdapat pada setiap musim. Apalagi Liga Inggris pun baru berjalan satu pekan, dan ia belum menghadapi lini pertahanan tim-tim papan atas seperti Manchester United, Chelsea, dan Manchester City.
Tapi, setidaknya untuk satu pekan ini, Mahrez telah mendapatkan debut sempurna di Liga Inggris. (vws)