"Pada Kejuaraan serupa di Jerman 2013 lalu, Erviko turun di kelas di bawah 11 tahun, dan sekarang dia turun di kelas di bawah 13 tahun, ujar pelatih Indonesia Children Taekwondo Union, Lessitra Draningrati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taekwondoin cilik Indonesia lainnya yang berhasil menggondol medali emas adalah Maheswara Bramantyo di kategori usia di bawah 7 tahun putra. Kemudian Omri Yunanto Sesfao yang turun di kategori usia 11 Tahun.
Total Indonesia meraih delapan medali emas, tiga perak, dan satu perunggu pada ajang yang diikuti 43 negara ini.
Sukses di ICTO
Dari arena International Club Taekwondo Organization (ICTO) yang berlangsung di Ho Chi Minh, Vietnam, 7-9 Agustus 2015, taekwondoin Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro kategori Kyorugi kembali mengukir prestasi gemilang dengan menggondol 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu.
Taekwondoin asal Sumatera Utara, Oppy Danena Ginting, sukses merebut dua emas di kelas olimpik 67 kg dan kelas reguler 67 kg. Dua medali emas lainnya direbut Stefhani Elizabeth pada kelas Bantam di bawah 52 kg putri, dan Ririn Agustina pada kelas di bawah 62 kg putri.
Pembina YUTI/UTI Pro, Grand Master Lioe Nam Khiong, menilai try out yang dilaksanakan UTI Pro ini menunjukkan kemajuan pesat mengingat hasil yang dicapai memperlihatkan peningkatan dalam perolehan medali.
"Selaku Pembina saya melihat pencapaian para atlet sudah cukup baik, berdasarkan dari rangkaian try out di beberapa event yang telah dijalani. Mudah-mudahan prestasi ini bisa djaga dan terus ditingkatkan lagi," ujar Lioe Nam Khiong. (har/har)