"Saat tertinggal, saya hanya berusaha untuk mendapatkan poin. Itu saja yang ada dalam pikiran saya," ujar Linda seusai pertandingan. "Setelah saya mendapatkan poin ke-18, Tzu Ying mulai terlihat tertekan dan terburu-buru. Dari situlah saya makin yakin bisa mengubah keadaan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata Linda bisa menapak ke angka 18. Teriakan penonton yang sempat kurang bertenaga kembali bergairah. Istora kembali bergemuruh menyemangati perjuangan Linda.
Deuce yang seharusnya berlangsung menegangkan pun berhasil diselesaikan dengan cepat oleh Linda dengan skor 22-20. Setelah selamat dari enam match point di game kedua, pemandangan yang ada di game ketiga adalah dominasi Linda seutuhnya atas Tzu Ying.
Linda terus memimpin sejak awal game ketiga dan menutupnya dengan skor meyakinkan, 21-12. "Pelatih berkata bahwa saya telah diberikan kesempatan kedua. Karena itu saya harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya," ucap Linda.
pemain berusia 25 tahun itu memang merupakan tokoh utama di balik terciptanya keajaiban di Istora, 14 Agustus ini. Namun ia tak lupa untuk berterima kasih kepada penonton yang memberikan dukungan luar biasa bagi dirinya.
"Terima kasih kepada pendukung Indonesia yang luar biasa, yang terus mendukung saya saat saya tertinggal," ucap Linda. (ptr/vri)