"Jika Anda ingin mendapat angka atau jika Anda ingin menjadi juara, pertama-tama Anda perlu memenangi balapan terlebih dahulu," kata Bottas seperti yang dikutip dari Auto Sport, Selasa (18/8). Namun pebalap berusia 25 tahun itu menyatakan bahwa para pebalap harus berhitung sebelum mengambil risiko mendorong diri ke batas terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bottas, gaya membalapnya sering membuat banyak orang terkecoh dan melihatnya sebagai pebalap yang tak diperhitungkan. Padahal, menurutnya, ia bisa menjadi agresif untuk sebuah kemenangan.
"Sekarang ini, Mercedes berada jauh di depan sana. Saya pikir mungkin mengalahkan Mercedes jika mereka mengalami ketidakberuntungan. Kami juga perlu untuk berada di depan Ferrari. Saya pikir jika kami dapat melewati Ferrari, maka mimpi tersebut menjadi lebih dekat," ucap Bottas.
"Juara -- saya tidak bilang itu tidak mungkin. Hal itu sulit untuk sekarang, tapi tentu saja kita terus mencobanya."
Grand Prix F1 berikutnya akan diadakan di Circuit de Spa-Francorchamps, Stavelot, Belgia, pada 23 Agustus mendatang. Pada GP sebelumnya di Hungaroring, Budapest, Hungaria, Bottas finis di urutan ke-13. (vws)