Sempat absen lama pada akhir tahun lalu karena menderita cedera punggung, petenis berusia 29 tahun itu tak kunjung kembali ke performa terbaiknya pada 2015. Peraih 14 Grand Slam ini tak sekali pun berhasil melewati babak perempat final di Australia Terbuka, Perancis Terbuka, dan Wimbledon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nadal optimistis raihan buruknya ini akan segera berubah.
Nadal berpendapat bahwa ia juga bermain baik di Montreal melawan Nishikori, namun setiap pekannya tenis akan menyajikan tantangan berbeda.
"Saya telah bermain sedikit lebih baik namun setiap minggu adalah kisah yang berbeda. Ketika Anda harus bangkit dari sebuah momen buruk, maka tugas Anda bertambah tiga kali lipat."
"Ini lebih gila ketimbang ketika Anda berada pada situasi normal."
Bagi peraih medali emas tenis pada Olimpiade Beijing 2008 ini, lebih penting untuk menyelesaikan pertandingan dengan perasaan yang baik ketimbang mendapatkan hasil. "Bahwa saya bisa mengembangkan permainan saya," kata Nadal.
Demi mendapatkan hasil yang baik tersebut, Nadal mengakui bahwa perjuangan di paruh kedua musim ini tidaklah mudah terutama karena ia tidak bisa bermain di lapangan favoritnya -- tanah liat.
"Sesungguhnya paruh kedua musim sedikit lebih sulit bagi saya. Tidak ada turnamen tanah liat ," katanya. (vws)