Tapi bukan hanya daya pikat Madrid saja yang membuat Kovacic tertarik untuk datang, namun juga kesempatan untuk bermain bersama idolanya, Luka Modric.
Kedua pemain yang berselisih usia delapan tahun tersebut memang berasal dari negara Eropa Timur, Kroasia. Modric lebih dulu mendapatkan nama setelah ia tampil gemilang di Piala Eropa 2008. Sementara itu, Kovacic mulai terkenal di setelah ia direkrut oleh Inter Milan pada usia 19 tahun dan menjadi salah satu pemain kunci lini tengah Nerazzuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika telah resmi menjadi pemain Madrid, Kovacic kemudian mengungkapkan bahwa Modric adalah sosok yang berperan penting dalam kepindahannya.
"Saya berterima kasih karena ia berbicara hal yang baik tentang saya dan saya senang bisa berbagi ruang ganti dengannya."
Bukan sekadar bermain di dalam satu tim, Kovacic sendiri bisa berpasangan langsung dengannya di lini tengah. Meski fasih bermain sebagai gelandang serang, Kovacic mengaku bahwa posisi favoritnya adalah sebagai gelandang bertahan.
Dengan Modric yang juga seorang gelandang tengah dan mampu mengatur alur bola, pelatih Madrid Rafael Benitez bisa saja menempatkan keduanya di depan lini pertahanan. Hal ini juga yang terjadi di tim nasional Kroasia. Kovacic bahu-membahu menguasai lini tengah Kroasia bersama dengan Modric dan juga gelandang Barcelona, Ivan Rakitic.
Di Real Madrid, Kovacic sendiri akan "mewarisi" nomor punggung 16 milik gelandang Brasil, Lucas Silva. Ia akan berharap meneruskan catatan baik Modric ketimbang Silva yang nyaris tak pernah terdengar setelah didatangkan pada bursa transfer Januari 2015 dan kini dipinjamkan.
(vws)