Saat diwawancara CNN Indonesia TV lewat telepon, Hasani mengatakan sudah memperoleh izin dari BOPI dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasani mengatakan untuk memiliki rekomendasi dari BOPI tersebut memerlukan proses yang tidak pendek akibat beberapa persoalan seperti dualisme Persebaya. Terkait hal tersebut, Hasani punya solusinya.
Ia juga mengabarkan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan akan membuka turnamen tersebut.
"Ya, sudah dijadwalkan," katanya.
Hasani juga menjamin transparansi dalam penggelaran turnamen tersebut melalui kerja sama dengan salah satu perusahaan konsultan audit terbesar di dunia, Pricewaterhouse Coopers.
"Biar semuanya jelas, supaya tidak ada fitnah. Jadi uang dari sponsor berapa, berapa yang harus kita keluarkan ke pamain, klub, dan segala macamnya, dapat tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan," tukas Hasani. (kid/kid)