Namun tingginya intensitas serangan United justru berhasil dimanfaatkan oleh Swansea. Tim asuhan Gary Monk itu mampu mencetak dua gol balasan dalam tempo lima menit, gol Andrew Ayew di menit ke-61 dan gol Bafetimbi Gomis di menit ke-66. Dua gol ini lahir lewat skema serangan cepat yang memanfaatkan celah di lini belakang United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kurun waktu tersebut, lawan mengubah pola dan kami tak mampu meresponnya dengan baik," ucap Van Gaal seperti dikutip dari BBC Sport.
"Kami bisa saja mencetak gol lebih banyak namun dalam sebuah pertandingan ada saatnya bahwa kamu butuh lebih banyak keberuntungan untuk mewujudkan hal itu," tutur Van Gaal.
"Kami tak merespon perubahan mereka mungkin karena kami terlalu dominan. Hal ini harus jadi pelajaran bagi kami," kata mantan pelatih Barcelona ini menambahkan.
Kekalahan United di Stadion Liberty ini membuat catatan buruk United di hadapan Swansea bertambah panjang. Saat ini, United selalu kalah dalam tiga duel melawan Swansea.
"Saya menikmati permainan yang disuguhkan oleh para pemain namun dalam sepakbola, hasil adalah hal terpenting dan kami kalah hari ini," tutur Van Gaal.
"Kami kurang banyak mengambil pelajaran dari kekalahan sebelumnya," kata Mata mengakui. (ptr/ptr)