Jika menang lawan petinju berusia 31 tahun itu, Mayweather akan menyamai rekor legenda tinju dasawarsa 1950-an, Rocky Marciano. Marciano saat ini masih menjadi legenda karena berhasil melaju tak terkalahkan dalam 49 laga.
"Saya selalu mengatakan 49 merupakan pertarungan terakhir saya," ujar Mayweather seperti dilansir Daily Mirror. "Saya telah mencapai puncaknya dan tak ada hal lain lagi yang dapat diraih."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir kesehatan saya lebih penting (dibandingkan karier tinju), karena apapun dapat terjadi. Saya tidak khawatir kalah, tapi saya hanya tidak ingin otak saya terganggu (akibat pukulan yang diterima di atas ring)," ujar Mayweather melanjutkan.
Menuju Dunia Hiburan
Di satu sisi, Mayweather sendiri telah menyiapkan diri andai ia pensiun. Agar dompetnya tetap tebal saat karier tinjunya berakhir. Mayweather mengaku dirinya akan tetap menyibukkan diri dengan menjadi promotor konser atau bekerja di dunia mode.
Ada alternatif lain?
Dunia hiburan yang berpusat di Hollywood. Itulah jawaban Mayweather. Petinju berkepala plontos itu mengaku mendapatkan banyak tawaran untuk bermain di layar kaca.
"Saya telah didekati beberapa kali (tawaran main film), tetapi saya lebih memilih berada di balik layar," ujar Mayweather. "Tapi kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya akan terus berdoa dan jika hal itu merupakan jalan saya, saya akan menjalaninya."
Beberapa petinju sebelum era Mayweather sendiri pernah menjajal dunia hiburan selepas memutuskan untuk meninggalkan dunia ring tinju. Mulai dari Mickey Rourke hingga Mike Tyson, para petinju itu menjadikan dunia hiburan sebagai alternatif karier mereka setelah tak lagi beradu jotos di atas ring. (kid/kid)