Sebelumnya, Red Bull memang sedang mempertimbangkan tak memperpanjang kontrak suplai mesin dari Renault. Konon, Red Bull akan menjalin kerja sama dengan Mercedes untuk mesin mobil balap F1 nya.
Sayangnya, wacana tersebut mendapat penolakan dari tim Mercedes. Salah satunya pebalap Mercedes yang menjadi juara musim lalu, Lewis Hamilton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada umumnya, pabrikan tidak menyuplai mesin kepada tim yang berkompetisi secara langsung. Biasanya, suplai mesin diberikan kepada tim-tim yang lebih kecil.
Di tim Red Bull--yang mengantar pebalap Ferrari saat ini, Sebastian Vettel menjadi juara dunia empat kali--memiliki teknisi-teknisi kelas wahid. Salah satunya desainer terbaik F1, Adrian Newey. Bukan hanya itu, tim itu pun memiliki sokongan dana besar untuk berkompetisi dengan Mercedes atau Ferrari.
"Red Bull memiliki nama besar, dengan Adrian Newey sebagai kepala desainnya. Jika diberi mesin, mereka akan membangun sasis yang mengerikan," ujar Arrivabene seperti dikutip dari The Guardian. Lantas, Arrivabene melanjutkan, Red Bull akan menjadi tim yang lebih kompetitif ketimbang saat ini.
Meski demikian, Arrivabene sangat yakin dengan para teknisi yang ada di dapur tim Ferrari. "Jadi, saya tak masalah dengan itu (kemampuan Red Bull), kompetisi itu menyenangkan ketika Anda memiliki seorang kompetitor yang kuat," katanya menambahkan.
"Ini bukan berarti besok pagi kami akan memberi mesin untuk Red Bull." (kid/vri)