Ambrosini mengutarakan ia tak melihat ada yang istimewa dari Milan saat ini. Pria yang menjadi bagian sukses Milan memenangkan trofi Liga Champions 2003 dan 2007 itu takut klub dengan julukan Rossoneri itu saat ini tak dapat melakukan adaptasi formasi di dalam pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Pelatih Milan Sinisa Mihajlovic adalah seorang juru taktik yang memiliki referensi presisi dalam setiap strateginya.
"Dalam hal (strategi) alternatif, Inter jelas lebih baik, mereka bisa mengubah modul saat bertanding. Saya tak akan terkejut jika pertandingan (Milan vs Inter) akan berakhir 0-0," tukas mantan kapten AC Milan itu.
Melihat kondisi Milan saat ini, Ambrosini yakin bahwa peluang menang Milan akan ditentukan oleh kinerja Giacomo Bonaventura.
"Saya yakin Mihajlovic akan terus menginstruksikan Bonaventura untuk menjadi penghubung antara lini tengah dan depan. Mihajlovic butuh pemain yang mampu melakukan itu dalam sebuah transisi permainan yang cepat," tutur Ambrosini.
Di sisi lain, gelandang terbaru Inter, Geoffrey Kondogbia mengatakan dirinya begitu antusias akan melakoni derby Milan. Derby itu, lanjut gelandang asal Perancis itu, bukanlah sekedar pertandingan untuk merebut tiga poin.
"Anda tahu. Ini adalah sebuah pertandingan yang berbeda, namun akan ada selalu tiga poin yang diperebutkan," ujar Kondogbia.
"Saya tak merasakan besarnya sensasi derby Milan sebelumnya, namun saya bisa merasakannya saat ini. Saya harap ini akan menjadi derby yang hebat bagi kita," katanya menambahkan. (kid/kid)