Bagi keempat petenis perempuan tersebut, penundaan ini membawa pengaruh tertentu karena mereka tidak memiliki jeda waktu istirahat satu hari untuk mempersiapkan diri di partai final pada Sabtu (12/9) pukul 12.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kekalahan yang diderita Williams pada tahun ini (dari Belinda Bencic di Kanada dan Petra Kvitova di Madrid), terjadi ketika ia bermain pada dua hari berurutan.
Hal ini sebenarnya juga menjadi masalah bagi kedua petenis lainnya, terutama karena Roberta Vinci (32 tahun) dan Flavia Pennetta (33 tahun) sudah tidak berada dalam kondisi fisik terbaik.
Simona Halep bisa dikatakan mendapatkan keuntungan dari penundaan ini karena ia memiliki keunggulan usia (23 tahun). Halep juga mendapatkan istirahat satu hari lebih banyak sebelum menjajal semifinal setelah ia selalu bermain tiga set di partai perempat final dan babak ke empat.
Jika berjumpa Halep di partai final, Williams bisa menggunakan keuntungan memiliki banyak pengalaman di turnamen grand slam. Saat ini Williams mengantongi 21 gelar juara grand slam, sementara raihan terbaik Halep adalah satu kali melaju ke partai final Perancis Terbuka 2014 -- kemudian kalah dari Maria Sharapova.
Di turnamen AS Terbuka, Williams bukan hanya sedang membidik gelar grand slam ke-22 sepanjang kariernya dan menyamai rekor Steffi Graf sebagai pemegang gelar grand slam terbanyak tunggal putri di era terbuka, namun juga memburu The Grand Slam atau mengoleksi empat grand slam dalam satu tahun yang sama.
Hanya ada dua petenis putri sepanjang sejarah yang mampu merebut The Grand Slam yaitu Margaret Court pada 1970 (sebelum era terbuka) dan Graf pada 1988. (vws)