"Keajaiban Piala FA itu berdarah ketika alat vital saya robek dan kemudian dijahit pada sore yang tidak romantis di Bournemouth tahun lalu. Membuat mata saya berkaca-kaca," tulis Gerrard seperti dilansir Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya seperti disengat di bagian alat vital. Saya berpikir, 'Sial, rasanya tidak benar'. Lukanya cukup buruk, tepat di tengah. Ada banyak darah, saya butuh empat jahitan," ucap Gerrard.
"Dokter tim berusaha mendapatkan ruang yang sepi, tapi ruang tim medis Bournemouth sedang ramai. Akhirnya saya menunggu, menahan sakit, sementara sejumlah anak kecil berusaha menghampiri untuk berjabat tangan," ucap Gerrard.
"Mereka mungkin berpikir saya malu. Lalu dokter mengatakan, 'Kita harus melakukannya sekarang'. Tapi, saya tidak mau menunjukkan alat vital saya kepada orang-orang."
Dokter tim Liverpool, Andy Massey, kemudian berhasil mengosongkan ruangan dan menjahit alat vital Gerrard. Gelandang yang 17 musim memperkuat Liverpool itu mengaku berusaha untuk tidak melihat ke bawah.
"Dokter Andy Massey sudah harus men-staples kepala Martin Skrtel, dan sekarang harus memperbaiki alat vital saya. Setelah selesai, saya langsung bertanya, 'Apakah saya bisa main lawan Everton pada Selasa nanti?" ucap Gerrard. (har/har)