Meski demikian, hal itu ternyata tak membuat pelatih Leicester, Claudio Ranieri menjadi besar kepala. Mantan pelatih Chelsea ini menyebut target timnya tetap sama, menghindari zona degradasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan 40 poin memang sering disebut-sebut sebagai batas aman bagi sebuah tim untuk menghindari degradasi di Liga Inggris.
Keengganan Ranieri untuk besar kepala boleh jadi lantaran Leicester belum menghadapi tim-tim berkelas di lima laga awal. Satu-satunya tim papan atas yang mereka hadapi adalah Tottenham Hotspur.
"Saya tak mau berandai-andai tentang apa yang mungkin kami lakukan sebagai sebuah tim saat ini. Saya hanya ingin tim ini terus menampilkan permainan terbaiknya," ucap Ranieri.
Walaupun belum bertemu tim-tim besar, namun melihat cara bermain Leicester yang bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2 atas Aston Villa di akhir pertandingan, tim ini jelas tak bisa diremehkan.
"Para pemain saya sungguh fantastis. Mereka menunjukkan semangat dan karakter yang luar biasa."
Menurut Ranieri, saat timnya tertinggal 0-2, dirinya melihat para pemainnya tetap bertanding dengan percaya diri dan menyimpan keyakinan untuk bisa mengejar ketertinggalan.
"Kamu tentu saja bisa kalah dalam sebuah pertandingan, namun satu hal yang utama adalah memastikan bahwa kamu telah berjuang hingga akhir pertandingan," katanya. "Kemenangan ini jadi awal yang bagus bagi kami setelah sebelumnya kompetisi terkena jeda laga internasional," ujar Ranieri yang juga pernah melatih Valencia ini. (ptr/ptr)