Dari segi regenerasi, langkah Juventus bisa disebut sebuah langkah maju karena mereka kini bermaterikan pemain muda. Sebut saja Paulo Dybala (21 tahun), Alvaro Morata (22), Paul Pogba (22), Roberto Pereira (24), dan Stefano Sturaro (22).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama menunggu proses tersebut, Juventus pun harus menerima efek buruk lewat hasil yang kurang memuaskan. Terlebih rekrutan pemain senior seperti Hernanes dan Mario Mandzukic pun belum bisa membantu pemain-pemain muda Juve meraih hasil positif.
"Kami hanya bisa menemukan jawaban tentang seberapa kuatnya komposisi Juventus musim ini dengan terus melewati pertandingan demi pertandingan," kata Allegri. "Man City adalah salah satu tim favorit di kompetisi ini. Kami harus melupakan hasil yang kami dapat di Liga dan fokus sepenuhnya pada Liga Champions," kata Allegri berpendapat.
Efektivitas Serangan
Menurut Allegri, hasil dua kali kalah dan satu kali imbang dalam tiga pertandingan awal Serie A tidak benar-benar menggambarkan performa Juventus di lapangan. Sang Nyonya Tua sudah tampil cukup bagus namun masih bermasalah dengan penyelesaian akhir.
"Seluruh pemain sudah melakukan tugasnya dengan baik, hanya saja mereka selalu terburu-buru."
"Sejauh ini kami tidak banyak mencetak gol dan kami butuh banyak peluang untuk membukukan sebuah gol. Hal inilah yang harus diperbaiki. Bila kami mulai mencetak gol dengan mudah, maka situasinya akan berbeda," kata Allegri.
Allegri pun kemudian berusaha memompa semangat pemainnya dengan merujuk pada hasil Juventus di Liga Champions musim lalu.
"Musim lalu Juventus berada di level yang sama dengan Madrid dan lebih banyak memainkan sepak bola level Eropa."
"Kami sangat pantas meraih tiket ke babak final dan untuk musim ini Juventus harus tetap memegang ambisi untuk masuk delapan tim besar Eropa dengan memeragakan sepak bola yang baik di lapangan," tutur mantan pelatih AC Milan ini menambahkan. (ptr/vri)