Tak butuh waktu terlalu lama, gol spektakuler Alessandro Florenzi di menit ke-31 membuat Serigala Ibukota itu mampu menyamakan kedudukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blaugrana sebenarnya unggul dalam penguasaan bola, bahkan hingga 75 persen. Sayangnya, mereka hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran dari total 16 peluang yang diperolehnya. Sementara Roma menciptakan delapan peluang dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang.
"De Rossi memainkan perannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ia tidak hanya duduk di depan lini pertahanan, namun menekan Sergio Busquets, Andres Iniesta, dan pemain lain yang datang ke arahnya," kata Garcia seperti dikutip dari Football Italia. "Kami mempelajari gerakan Leo Messi dan Neymar yang sering bergerak pada ruang antar lini, dan itulah yang menjadi tugas Daniele, yaitu menghadapi mereka."
Garcia pun kemudian memberikan pujian bahwa De Rossi mampu menunjukkan kecerdasan mengemban tugas tersebut. Alhasil, Roma mampu menampilkan keseimbangan yang pas dalam bertahan dan melakukan serangan balik.
Pemain kelahiran Roma itu sendiri memuji kesuksesan rekan-rekan setimnya mengeksekusi rencana yang disiapkan Garcia. "Secara taktik kami cerdas, mampu menahan mereka tidak membuat peluang, dan menciptakan kesempatan untuk diri kami sendiri. Sehingga satu angka ini pantas kami dapatkan."
(vws)