Surat kabar The Guardian pada Kamis (17/9) mengabarkan bahwa Valcke terlibat dalam skema penjualan tiket Piala Dunia 2014 dengan harga lebih mahal dari harga resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut jurnalis BBC, Richard Conway, keputusan untuk menonaktifkan Valcke diambil presiden FIFA, Sepp Blatter, setelah berkonsultasi dengan beberapa pemimpin konfederasi, termasuk di antaranya Michel Platini dari UEFA.
Dalam beberapa bulan terakhir Valcke sendiri sedang berada dalam sorotan karena dituduh terkait suap senilai US$10 juta yang diberikan kepada mantan wakil presiden FIFA, Jack Warner. Suap tersebut adalah untuk mengamankan suara Warner pada proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2010.
Uang suap ditransfer ke rekening Warner melalui rekening FIFA dengan label anggaran untuk panitia lokal Piala Dunia Afrika Selatan. Beberapa media Amerika Serikat, termasuk di antaranya New York Times, mengklaim bahwa petinggi FIFA yang menyetujui transfer tersebut adalah Valcke.
Tuduhan kepada Valcke adalah satu dari serangkaian kasus korupsi yang dituduhkan kepada FIFA dalam enam bulan terakhir. Sebelumnya, sembilan petinggi FIFA dan lima orang dari perusahaan pemasaran media juga ditangkap oleh pihak keamanan Swiss karena dituduh terlibat dalam berbagai aksi korupsi dalam 20 tahun terakhir. Skandal tersebut membuat Blatter mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden FIFA, hanya beberapa hari setelah ia terpilih kembali.
Bulan lalu, Valcke sempat mengatakan bahwa ia mempertimbangkan diri untuk mencalonkan sebagai presiden FIFA untuk menggantikan Sepp Blatter.
Baca Juga: Valcke, Sekjen yang Pernah Bikin FIFA Merugi 90 Juta Dolar
(vws)