Mohsen bersama putranya, Mohammad al Ghadabe, duduk di bangku VIP Stadion Santiago Bernabeu ketika Madrid menaklukkan Granada lewat gol tunggal Karim Benzema.
Didampingi Direktur Hubungan Internasional Madrid, Emilio Butragueno, Mohsen dan Al Ghadabe terlihat menikmati jalannya pertandingan. Sebelumnya, Mohsen mengaku bisa menyaksikan langsung pertandingan Madrid adalah salah satu impiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu hari sebelum pertandingan, Jumat (18/9), Mohsen dan keluarganya sempat mengunjungi tempat latihan Madrid di Valdebebas. Mereka mendapat kesempatan menyaksikan langsung latihan yang dijalani tim besutan Rafael Benitez tersebut.
Imigran asal Suriah, Osama Abdul Mohsen, bersama anaknya Mohammad al Ghadabe bersama direktur Real Madrid, Emilio Butragueno. (REUTERS/Sergio Perez) |
Mohsen dan keluarganya menjadi sensasi di media menyusul insiden yang terjadi di dekat perbatasan Serbia. Ketika itu, Mohsen yang sedang menggendong Zaid terjatuh setelah dijegal Petra Lazlo yang sedang mengambil gambar ratusan imigran.
Mohsen kemudian mendapat tawaran bekerja di sebuah sekolah sepak bola asal Getafe, Madrid, bernama Cenafe. Di Suriah, Mohsen berprofesi sebagai pelatih sepak bola dan pernah menangani klub raksasa negara tersebut, Al-Fotuwa SC. (har/har)
Imigran asal Suriah, Osama Abdul Mohsen, bersama anaknya Mohammad al Ghadabe bersama direktur Real Madrid, Emilio Butragueno. (REUTERS/Sergio Perez)