Ferguson mengatakan, para pemainnya tidak bisa saling melihat ketika beraksi di lapangan jika mengenakan kostum abu-abu tersebut. MU juga tidak pernah meraih kemenangan dari lima pertandingan dan menelan empat kekalahan jika mengenakan kostum itu sepanjang musim 1995/1996.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika itu David Beckham menusuk di tengah dan Eric Cantona dalam posisi bebas di pojok kanan, dan dia tidak bisa melihatnya. Saya bilang ke Beckham, 'Apa kamu tidak melihat Cantona?'. Dia menjawab, 'Dia di mana?'. Kostum itu musibah."
Sir Alex Ferguson memerintahkan timnya untuk menggunakan kostum berwarna biru pada babak kedua. (Mike Hewitt/Allsport) |
"Kemudian kami punya pertandingan krusial di Southampton, dan saya punya perasaan tidak enak. Saya meminta staf perlengkapan tim untuk membawa kostum ketiga berwarna biru. 'Bawa saja' saya bilang," tulis Ferguson.
"Saat jeda kami tertinggal dan saya meminta untuk ganti kostum, dan dia bilang, 'Kamu tahu kita akan kena denda?'. Sebelum para pemain masuk ke lapangan, saya bilang mereka harus mencetak gol."
MU akhirnya tetap kalah 1-3 dari Southampton, dengan Ryan Giggs mencetak gol di babak kedua pada menit ke-89. Meski begitu, The Red Devils tetap merebut gelar Liga Primer musim 1995/1996 dengan keunggulan empat poin atas Newcastle di akhir musim. (har/har)
Sir Alex Ferguson memerintahkan timnya untuk menggunakan kostum berwarna biru pada babak kedua. (Mike Hewitt/Allsport)