Ferguson menuduh Raiola mengganggu proses negosiasi antara United dengan Pogba. Hal itulah yang menyebabkan Pogba akhirnya memilih pergi ke Juventus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Raiola, alasan dirinya mendorong kepindahan Pogba adalah lantaran United belum memberikan ruang yang cukup untuk perkembangan Pogba.
"Ferguson memang seorang manajer yang luar biasa, namun manajer terhebat pun pasti bisa melakukan kesalahan pada suatu waktu," ucap Raiola.
Juventus pun mendapat berkah dari momen tersebut. Mereka mendapatkan Pogba dengan status bebas transfer dan kini nilainya disebut ada di kisaran 100 juta euro. Itu terjadi hanya dalam kurun waktu tiga tahun setelah kepergiannya dari United.
"Saya selalu melakukan apa yang menurut saya hal terbaik bagi pemain. Bila saya tak berpikir panjang, maka saya bakal tetap menahan Pogba di United."
"Namun saya bertanya lebih dulu kepada Pogba tentang yang diinginkannya saat itu dan akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi ke Turin," tutur Raiola.
Setelah bergabung dengan Juventus, Pogba mendapatkan kesempatan untuk bermain di tim reguler dan hanya butuh waktu satu musim bagi Pogba untuk mendapatkan gelar pemain muda terbaik Eropa, Golden Boy Award.
Ia juga menjadi salah satu komoditas paling panas pada jendela transfer musim panas lalu. Barcelona dan Manchester City dikabarkan berminat untuk mendatangkan Pogba namun pada akhirnya Juventus menegaskan bahwa Pogba tidak dijual. (ptr/kid)