Namun, Arsenal tak banyak berbicara di bursa transfer musim panas ini dan hanya mendatangkan penjaga gawang baru, Petr Cech, dari klub rival, Chelsea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lima gol dari enam pertandingan Liga Primer yang telah dilakoni Arsenal, lini depan The Gunners jelas masih jauh dari memuaskan.
Dengan rata-rata 20,2 tembakan di tiap pertandingan, Arsenal merupakan tim yang paling sering mengancam lawan di Liga Primer. Arsenal unggul atas Manchester City (20 tembakan per pertandingan), serta lebih tinggi dari Chelsea dan Southampton yang sama-sama memiliki rata-rata 16,3 tembakan di tiap pertandingan.
Sayangnya, dari total 121 tembakan yang telah dilepaskan Arsenal di musim ini, hanya lima yang berhasil menembus jala gawang lawan. Hal itu membuat The Gunners memiliki tingkat konversi gol paling rendah di Liga Primer: 2,5 persen.
Minimnya konversi gol Arsenal itu jauh lebih kecil ketimbang Liverpool (4,7 persen) dan Tottenham Hotspur (5,1 persen) yang menjadi deretan klub dengan persentase konversi gol terburuk sejauh ini.
Sering menciptakan peluang tapi minim gol, tak heran para pendukung Arsenal terus meminta-minta penyerang baru di bursa transfer musim panas ini. (vws)