Persebaya United resmi mengganti namanya menjadi Bonek FC memasuki perempat final Piala Presiden 2015. "Betul. Alasan memilih nama itu, ya karena kami orang Surabaya," kata CEO Persebaya United Gede Widiade kepada CNN Indonesia, Sabtu (26/9) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasani Abdulgani, CEO Mahaka Sport yang menaungi Piala Presiden juga mengakui hal tersebut. "Kami sudah menerima nama dan logo barunya," kata Hasani melalui pesan singkat kepada CNN Indonesia, Sabtu (26/9) siang.
Pada Selasa (22/9), Bonek 1927, sebutan untuk para pendukung klub sepak bola Persebaya 1927, mendatangi kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta. Mereka menyerahkan surat permintaan agar Menpora Imam Nahrawi mencoret Persebaya United dari kejuaraan Piala Presiden yang digelar Mahaka Sports.
Perwakilan ini berpegang pada keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menegaskan hak milik penggunaan nama dan logo Persebaya adalah PT Persebaya Indonesia. Keputusan itu dituangkan dalam sertifikat merek yang diterbitkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemenkumham di Jakarta, Senin (21/9) kemarin. Surat itu ditandatangani Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual atas nama Menkumham. (vri/vri)