"Pemain muda Chelsea menghadapi masa-masa sulit terutama karena mereka adalah tim besar dengan banyak bintang," kata Schuerrle seperti dikutip dari The Times. "Lebih sulit lagi sebagai pemain sayap, karena hanya ada dua tempat di dalam tim dan Eden selalu bermain karena ia pemain terbaik di liga."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dikarenakan Mourinho memberikan kebebasan untuk Hazard bergerak 'semau'-nya dan melepaskan sang pemain tim nasional Belgia dari tugas bertahan. Sebagai kompensasi, maka rekan satu timnya yang harus bekerja ekstra keras untuk menutup ruang-ruang kosong yang mungkin muncul karena ditinggalkan Hazard.
Perginya Schuerrle dari Chelsea sendiri bukan hanya karena kalah bersaing di sektor kiri atau kanan, tapi karena ia merasa tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari sang manajer, Mourinho.
Padahal, Schuerrle mengaku bahwa ia senang di Chelsea, menyukai restoran-restoran kota London dan juga memiliki hormat untuk Jose Mourinho.
"Semua terasa aneh bagi saya. Saya menjadi pemain inti di beberapa pertandingan, di bangku cadangan di beberapa pertandingan lain, dan diturunkan lagi jadi pemain utama."
"Selalu naik dan turun. Saya tidak mendapatkan konsistensi dari sang manajer sehingga sulit untuk memproduksi permainan terbaik saya."
(vws)