Meski City tampil limbung di beberapa laga terakhir, namun De Bruyne mampu tampil apik dan selalu mencetak gol di tiga laga terakhir. Kehebatan De Bruyne inilah yang diharapkan bisa kembali diteruskan di ajang Liga Champions.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa saya bisa masuk ke dalam tim inti juga karena faktor cedera yang menimpa beberapa pemain. Namun saya terus berusaha menjadi pemain yang memiliki level bermain seperti yang diinginkan oleh City."
Menghadapi Moenchengladbach, De Bruyne mengenang momen-momen ketika dirinya berkostum Wolfsburg dan bertanding di Liga Jerman.
"Saya banyak memiliki memori indah di Jerman, memenangkan Piala Jerman, Piala Super Jerman, dan predikat Pemain Terbaik. Sejatinya, tidak ada banyak perbedaan antara Bundesliga dan Liga Inggris karena di dua liga ini butuh 100 persen kemampuan untuk memenangkan pertandingan."
"Mencetak gol memang menyenangkan, namun jujur bagi saya yang lebih menggembirakan adalah bermain dan membawa tim memenangkan pertandingan," tutur De Bruyne.
Adanya sosok De Bruyne di kubu City juga sudah mendapat perhatian Moenchengladbach. Status pemain terbaik Jerman jelas bukan predikat yang bisa dipandang sebelah mata.
"Kami akan berusaha meredam permainan De Bruyne. Kami bakal mencoba membatasi ruang geraknya dan untuk itu setiap pemain harus saling membantu," tutur pelatih Moenchengladbach Andre Schubert.
Baik City maupun Gladbach sama-sama kalah di laga perdana grup D sehingga mereka butuh kemenangan untuk menjaga peluang lolos dari babak penyisihan grup. (ptr/ptr)