"Rodgers tidak bisa berargumen lagi. Dia sudah di klub selama tiga tahun, dia tidak pernah meraih trofi dan Liverpool hanya sekali tampil di Liga Champions. Itu tidak bagus untuk Liverpool," ujar Carragher kepada Sky Sports.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mendukung pemecatan Rodgers, Carragher tetap mengkritik tindakan manajemen Liverpool yang baru mendepak manajer 42 tahun itu saat Liga Primer sudah berjalan delapan pertandingan.
"Rodgers terbilang beruntung mampu bertahan akhir musim lalu. Stafnya pindah, staf baru datang, dia menghabiskan 80 juta poundsterling dan delapan pertandingan terjadi pergantian manajer," tegas Carragher.
"Saya lebih memilih Liverpool melakukannya akhir musim lalu. Musim ini tidak berjalan bagus untuknya. Dia harus mendapatkan start musim yang bagus."
Carragher mengklaim Rodgers tidak bisa mengeluh dengan keputusan Liverpool. Meski kehilangan banyak pemain bintang dalam dua musim terakhir, seperti Luis Suarez, Steven Gerrard, dan Raheem Sterling, Rodgers telah mendapatkan banyak uang untuk melakukan pembelian pemain.
"Rodgers tidak bisa bilang dia tidak mendapatkan uang yang cukup. Dia menghabiskan hampir 300 juta poundsterling, dan hanya sedikit pemain pembelian Rodgers yang sukses," ucap Carragher.
Mengenai calon pengganti Rodgers, Carragher lebih berharap Liverpool merekrut Juergen Klopp ketimbang Carlo Ancelotti.
"Kedua pelatih akan membuat suporter Liverpool senang. Tapi jika terserah saya, saya akan memilih Klopp. Dia punya tekanan untuk membuktikan sesuatu. Klopp punya energi dan keinginan untuk mengembalikan Liverpool ke kejayaan," ucap Carragher. (har/har)