Rodgers mengetahui dirinya dipecat pasca laga tersebut melalui suatu panggilan telepon lintas benua dari presiden FSG, Mike Gordon. Kala itu Rodgers telah berada kembali di markas latihan Liverpool, Melwood.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FSG diklaim telah mengambil keputusan sebelum laga derby Merseyside melawan Everton dilangsungkan, sehingga tiga poin di Goodison Park juga tak akan mampu menyelamatkan Rodgers dari bayang-bayang pemecatan.
"Pencarian manajer baru sedang berlangsung dan kami berharap bisa melakukan penunjukkan dalam waktu yang tepat," demikian bunyi pernyataan resmi Liverpool.
CEO Liverpool, Ian Ayre, sempat memuji Rodgers yang menerima pemecatannya dengan 'kepala tegak' dan mengharapkan yang terbaik di masa depan bagi mantan manajer Swansea City tersebut.
Gordon, Sosok di Balik Layar Liverpool
Lantas siapakah Mike Gordon? Presiden FSG yang tak pernah berada di bawah sorotan dan seakan tenggelam dibanding nama-nama umum di dewan direksi Liverpool seperti Ayre hingga John W. Henry?
Tak pernah melakukan wawancara dan jarang tampil di hadapan publik Liverpool, Gordon memang bukan nama populer di Anfield.
Tapi bersama dengan Ayre, Gordon merupakan sosok di balik layar yang menggerakkan Liverpool, termasuk memberikan laporan kepada John W. Henry dan Tom Warner.
Gordon juga merupakan pemegang saham terbesar kedua di FSG (12% saham, masih di bawah Henry yang memiliki sekitar 40% saham FSG), serta masuk dalam jejeran dewan direksi Liverpool sejak 2012 silam.
"Mike adalah orang yang dikenal di dunia investor profesional sebagai ahli finansial terbaik di negara ini," ujar Henry kepada Boston Globe, Maret lalu.
"Jadi dia terlibat di semua diskusi finansial penting kami dan juga dalam hal pengambilan keputusan."
Pada akhir musim lalu, nasib Rodgers sempat diklaim berada di tangan Gordon. Namun, saat itu Rodgers berhasil menghindari bayang-bayang pemecatan dan justru mendapatkan dana segar untuk beraktivitas di bursa transfer musim panas ini.
Akan tetapi, setelah delapan pertandingan Liga Primer musim ini, panggilan telepon dari Gordon akhirnya mengakhiri kebersamaan Rodgers dengan Liverpool. (vws)