"Jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, maka Anda tidak akan kehilangan rambut. Lihatlah Guardiola. Dia botak, itu karena dia tidak suka sepak bola," ujar Mourinho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rafael Benitez menggantikan Jose Mourinho di Inter Milan pada 2010. (Getty Images/Mark Thompson) |
Carlo Ancelotti, pelatih yang menggantikan Mourinho di Real Madrid, juga tidak luput dari sindiran The Special One.
Jose Mourinho menganggap Arsene Wenger sebagai manajer paling beruntung. (Getty Images/Shaun Botterill) |
"Dia menghabiskan waktu lima tahun di Inggris, hanya untuk mengucapkan 'selamat pagi' dan 'selamat malam'. Di era 1970an, dia bisa memenangi Piala Super Eropa dan trofi kecil lainnya. Dia terlalu tua untuk mengubah gayanya," ucap Mourinho.
Arsene Wenger diklaim Mourinho sebagai pelatih paling beruntung karena tetap dipertahankan Arsenal meski sempat tidak pernah mempersembahkan gelar untuk The Gunners.
Sedangkan pelatih terakhir yang disindir Mourinho adalah mantan arsitek AS Roma, Zdenek Zeman, yang beberapa kali adu argumen lewat media dengannya ketika masih melatih di Italia.
Brendan Rodgers dianggap Jose Mourinho sebagai salah satu teman dekatnya di Liga Primer. (REUTERS/Phil Noble) |
Tidak semua pelatih disindir Mourinho. Sejumlah pelatih seperti Antonio Conte, Tony Pulis, Juergen Klopp, dan Brendan Rodgers, mendapat pujian dari mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Mourinho menganggap Conte sebagai pelatih penuh kharisma, sedangkan Rodgers diklaim The Special sebagai salah satu teman terbaiknya di Liga Primer. (har/har)
Rafael Benitez menggantikan Jose Mourinho di Inter Milan pada 2010. (Getty Images/Mark Thompson)
Jose Mourinho menganggap Arsene Wenger sebagai manajer paling beruntung. (Getty Images/Shaun Botterill)
Brendan Rodgers dianggap Jose Mourinho sebagai salah satu teman dekatnya di Liga Primer. (REUTERS/Phil Noble)