Hasil tersebut membuat Persib lolos ke partai final untuk menghadapi pemenang antara Arema Cronus melawan Sriwijaya FC. Maung Bandung lolos dengan agregat gol 3-2 setelah kalah 0-1 di leg pertama di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengakui bahwa di atas kertas Persib lebih diunggulkan, Umuh mengatakan kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. "Yang namanya main bola, kalau tidak hati-hati dan sial, apapun bisa terjadi."
Pada menit ke-77 sempat terjadi adu argumen antara Vladimir Vujovic dan Yogi Rahadian. Vujovic berusaha merebut bola dari Yogi saat pertandingan berhenti dengan melakukan tekel. Tidak terima dengan tindakan Vujovic, Rachmat Afandi kemudian mendorong bek legiun asing tersebut dari belakang. Wasit Handri kemudian memberi kartu kuning untuk Vujovic dan Yogi.
"Memang anak-anak sempat ada selisih. Tapi Firman di lapangan bisa menjaga anak-anak tetap terkontrol," kata Umuh.
Selain masalah hasil pertandingan, Umuh juga menyoroti masalah yang terjadi sebelum laga. Sebelumnya sempat terjadi kericuhan akibat antusiasme pendukung Persib yang ingin membeli tiket pertandingan.
Di mata Umuh, hal tersebut terjadi bukan semata karena kesalahan para penggemar sepak bola di Bandung, tapi juga karena kapasitas stadion yang tidak memadai.
"Kalau habisnya (tiket) jelas, bobotoh pasti tidak marah dan kecewa. Tapi Insya Allah ini bisa menjadi pertimbangan agar gubernur mampu memberikan stadion yang bagus hingga jumlah penonton yang masuk bisa lebih banyak." (vws)