Pada Jumat (9/10), Klopp telah diperkenalkan secara resmi sebagai manajer baru Liverpool untuk menggantikan Brendan Rodgers yang dipecat lima hari sebelumnya. Kedatangan Klopp kemudian disambut rasa optimistis dari berbagai pihak yang terkait dengan Liverpool, baik mantan pemain maupun suporter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ia akan mendapatkan hasil bagus bersama Liverpool. Saya tidak suka mengatakan hal tersebut, terutama karena ini Liverpool dan hal ini membuat saya cemas."
"Jika Anda tidak mempercayai sang manajer, mengapa harus merekrutnya? Anda harus percaya dengan pelatih Anda," kata Ferguson.
"Pelatih harus menjadi orang yang menentukan pemain seperti apa yang ia inginkan, tipe pemain, posisi, dan karakter yang ia inginkan. Hanya seorang manajerlah yang paling tahu, lebih dari siapapun, pemain seperti apa yang ia butuhkan sebagai pelatih."
Semasa melatih Manchester United, Ferguson mendapatkan kekuasaan mutlak baik untuk mengatur ruang ganti maupun menentukan pemain yang ia ingin beli, atau buang. Menurut Ferguson, perkembangan dunia sepak bola yang memunculkan konsep Moneyball dan juga mengukur performa pemain melalui statistik terkadang mengabaikan penilaian sang manajer itu sendiri.
Di mata Ferguson, hal itu tidak boleh terjadi.
"Mengapa memberikan pekerjaan jika ia tidak bisa melakukannya. Ketika mereka duduk bersama untuk menunjuk manajer, apakah mereka berkata: 'Ia bisa menjadi bagian komite?'
"Hal seperti itu salah dan saya kira Juergen Klopp tidak akan menerimanya." (vws)