Arvin Moazemi Goudarzi Juara Tour de Singkarak 2015

Vriana Indriasari, CNN Indonesia | Minggu, 11/10/2015 20:46 WIB
Arvin Moazemi Goudarzi Juara Tour de Singkarak 2015 Juara klasifikasi umum Tour De Singkarak Yellow Jersey (TDS) 2015 Pishgaman Giant Team, Arvin Moazemi Goudarzi (tengah) bersama juara kedua Amir Zargari (kiri) dan juara ketiga Hossein Askari (kanan). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Padang, CNN Indonesia -- Pebalap Iran dari tim Pishgaman Giant Team Arvin Moazemi Goudarzi sukses mempertahankan jersey kuning dan keluar sebagai juara umum Tour de Singkarak 2015, Minggu (11/10).

Meski tak masuk peringkat 10 besar di Etape IX atau etape terakhir, catatan waktunya 29 jam 40 menit dan 52 detik tak terkejar oleh pebalap lainnya.

Pishgaman Giant Team sendiri berhasil menyapu tiga besar juara klasemen umum gelaran balap sepeda Tour de Singkarak 2015.


Menyusul Goudarzi adalah Amir Zargari dan Hossein Askari. Keduanya terpaut waktu cukup jauh yakni lebih dari empat menit. Zargari mencatatkan waktu 29 jam 44 menit dan 15 detik, sementara Askari 29 jam 44 menit dan tiga detik.

Kesuksesan Goudarzi mendapatkan gelar juara TdS 2015 membuat peringkatnya di ranking UCI (Union Cycliste Internationale) melonjak pesat. Seperti dicatatkan Pro Cycling Stats, pebalap berusia 25 tahun itu kini berada di peringkat 30 Asia dari semula di peringkat 64.

Askari tidak mengalami perubahan peringkat yaitu di nomor dua Asia, sementara   Zargari naik ke peringkat 19 Asia dari semula di nomor 32.

Kesuksesan tiga pebalap Iran ini terasa wajar, terutama karena Tour De Singkarak memang lebih menyajikan trek-trek tanjakan yang menjadi keunggulan dari tim Pishgaman Giant Team.

"Strategi kami berhasil dengan memenangkan etape-etape awal, lalu melepas stage terakhir. Alhasil kami tetap bisa menjadi juara umum," kata Amir Zargari kepada CNN Indonesia, Minggu (11/10).

Menurut Zargari, trik memenangkan TdS adalah dengan selalu menurunkan pebalap terbaiknya. "Tujuh pebalap kami semuanya kuat, maka jadi kami tim pemenang."

Selain juara umum, pebalap Pishgaman juga menaiki podium tertinggi untuk menerim jersey polkadot yang dianugrahkan untuk King of Mountain atau si Raja Tanjakan. Goudarzi mengungguli dua pebalap Tabriz Petrochemical Team, Ahad Sarai Kazemi dan Amir Kolahdozhagh.

Pishgaman juga menjadi juara untuk klasemen tim terbaik. Tabriz dan Brisgestone Anchor Cycling Team menempati posisi kedua dan ketiga.

Sedangkan Indonesia dengan Pegasus Continental Cycling Team harus puas menempati posisi keenam. (vws)